Darmawisata Indonesia
Berbagi informasi, promosi wisata, tips dan trik seputar tour, travelling, hotel, tiket pesawat, bus, kapal laut, umroh, haji, harga murah ...

8 Kuliner Unik di Yogyakarta Yang Wajib Anda Coba

8 Tempat Unik Ini Wajib Anda Kunjungi Di Yogyakarta

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini dunia kuliner banyak mendapat perhatian, termasuk oleh para blogger dan netizen. Ragam masakan dan minuman dalam negeri dan luar negeri menjadi sorotan bagi para pecintanya. Terus berkembangnya teknologi dan kemudahan berbagi informasi secara online, siapapun bisa berbagi dan memberikan rekomendasi pengalaman mereka berwisata kuliner. Berikut ini 8 kuliner yang wajib anda coba.


1. SAOTO BATOK MBAH KATRO

Instagram: @masclink_kulineran

Selain Gudeg, soto juga menjadi salah satu kuliner yang diincar wisatawan bahkan warga lokal sendiri. Nah salah satu soto yang lezat di Jogja adalah Saoto Bathok Mbah Katro. Kuliner Jogja yang satu ini terbilang unik karena penyajiannya menggunakan batok kelapa. Kebanyakan yang mencoba Saoto Mbah Katro ini selalu nambah lho, pasalnya soto yang disajikan di batok, porsinya tak begitu banyak.Saoto Batok salah satu kuliner mblusuk di Jogja. Lokasinya jauh dari jalan raya tetapi pengunjunggnya tak pernah sepi. Lokasi tepatnya berada di Jl. Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571. Pembeli Saoto Batok sangat ramai ketika akhir pekan ataupun musim liburan.Harga Saoto Batok satu porsi Rp. 5.000 bila memesan soto dengan nasinya harganya Rp. 7.000, sedangkan menu tambahan  seperti sate Rp. 1.000, tempe goreng Rp. 5.00 dan sate telur puyuh Rp. 2.000.Buka setiap hari dari jam 06.00 WIB – habis.Keunggulan dari Saoto Batok ini adalah penyajian yang menggunakan batok kelapa yang sudah tidak di pakai.

 


2. TENGKLENG GAJAH
njogja.co.id

Foto dari PerahukayuHobi makan tengkleng kambing tapi gak puas dengan porsinya yang terlalu sedikit? Coba saja datang ke warung makan Tengkleng Gajah yang ada di Jalan Kaliurang km 9 ini. Porsi jumbo tengkleng inilah yang kemudian membuatnya mendapat julukan Tengkleng Gajah.Daging dan tulang kambing dipadu dengan racikan bumbu yang masuk hingga ke tulang mampu membuat nafsu makanmu naik. Bumbu rempahnya juga meresap, apalagi rasa dari kuah kental tengklengnya. Daging tetelan yang masih menempel pada tulang kambing juga bertekstur sangat lembut dan mudah sekali untuk ditarik lepas dari tulangnya.Tak hanya tengkleng, kamu juga bisa menemukan olahan daging kambing lain di sini. Mulai dari sate, tongseng, sate goreng, sampai nasi goreng kambing. Harganya pun cukup bersahabat, sekitar Rp 20.000,00-Rp 30.000 tiap porsinya.Warung makan ini buka dari pukul 09.oo hingga 21.00. Tempatnya yang luas bisa menampung kira-kira 30an orang, tetapi jika kamu bertandang pada waktu jam makan siang atau makan malam, dapat dipastikan kamu akan kesusahan dalam mencari tempat duduk yang masih kosong.

 


3. SOTO KADIPIRO

Instagram: @jogjafood

Didirikan Tahun 1921 oleh Karto Wijoyo Soto Kadipiro awalnya dijual dengan dipikul oleh Karto Wijoyo. Sekitar tahun 1928 baru menetap di daerah Kadipiro. Dinamakan Soto Kadipiro karena mengambil nama tempat yakni Kadipiro. Soto Kadipiro menjadi legendaris karena mempertahankan lezatnya soto lebih dari 90 tahun. Soto Kadipiro di Jalan Wates No.33, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Di Kawasan Kadipiro ada banyak warung soto Kadipiro. Untuk membedakannya sebenarnya mudah. Warung Soto Kadipiro yang asli buka dari 07.30 – 14.00 atau seringkali sudah habis dipukul 13.00 WIB. Jika dari arah Wirobrajan, Soto Dalam menikmati Soto Kadipiro pengunjung dapat menambahkan lauk lain seperti ayam goreng, tahu, tempe bacem, sate telur puyuh, mendoan (Jumat Sabtu Minggu), peyek, emping besar, kerupuk, rambak, ati goreng juga ada. Adapula minuman khas yang biasa dicari pengunjung yakni limun sarsaparela. Soto campur seharga Rp 15.000, sedangkan soto pisah Rp 18.000. Untuk limun sarsaparela seharga Rp 9000 per botol. Harga yang sesuai dengan cita rasa yang ditawarkan. Pelanggan tidak hanya dari wilayah Yogyakarta tetapi juga dari luar kota seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang.


4. GUDEG YU DJUM

travel.tempo.co

Gudeg Yu Djum Pusat merupakan dapur utama sekaligus warung makan kuliner tradisional Yogyakarta,dirintis oleh seorang yang pantang menyerah bernama Djuwariyah atau lebih dikenal sebagai “Yu Djum”,sejak tahun 1951. Pertama kali Djuwariyah menjajakan gudeg buatannya di Kampung Widjilan tepatnya di sebelah selatan Pelengkung Widjilan, saat itu masih berupa lapak kecil dengan meja dan kursi yang sangat sederhana, sedangkan dapur tempat memasak gudeg berada di Kampung Karangasem – Mbarek, Jalan Kaliurang KM 4,5 CT III/22. Pada tahun 1985, warung makan Gudeg Yu Djum dibuka di Widjilan. Seiring berkembangnya zaman, pada tahun 1993 dapur utama yang terletak di Kampung Karangasem difungsikan pula sebagai warung makan untuk berjualan gudeg, karena fungsinya sebagai dapur dan warung yang berlokasi di Kampung Karangasem ini disebut sebagai Gudeg Yu Djum Pusat. Dan sekarang tempat gudeg yu djum di Jl. Wijilan No. 167, Panembahan, Kecamata Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakrta. Jam buka mulai pukul 06.00 – 22.00 WIB.


5. BAKPIA KUKUS TUGU JOGJA

food.grab.com

Bakpia kukus Tugu Jogja baru saja membuka gerai di Yogyakarta Juni 2017 lalu dengan lokasi di Jalan Kaliurang km 5,5 Sleman. Bakpia Kukus Tugu Jogja sendiri hadir dalam beberapa varian rasa yakni original (coklat, kacang hijau, kacang merah, keju) serta coklat (kacang hijau, coklat, kacang merah, keju). Harga per box dengan isi 10 buah Rp. 25.000 – 30.000. Cara pembuatan dengan cara dikukus baru kali pertama ini dilakukan untuk makanan jenis bakpia di Indonesia. Bakpia Kukus Tugu Jogja juga berkolaborasi dengan produk UKM Yogyakarta lainnya yang selama ini memang belum dikenal luas masyarakat.

 


6. SGPC BU WIRYO

kompas.com/wijaya kusuma

SGPC merupakan singkatan dari Sego Pecel atau di dalam bahasa Indonesinya adalah nasi pecel. SGPC Bu Wiryo ini menjadi salah satu penjual pecel legendaris di Jogja yang telah ada sejak tahun 1959. Usaha kuliner jogja ini dirintis oleh keluarga Wiryosoenarto dan secara turun temurun dikelola oleh keturunannya., khas masakan JogjaTidak hanya makanannya yang memiliki rasa nikmat. Uniknya, di tempat makan Jogja ini juga menawarkan hiburan berupa musik akustik. Alunan musik keroncong dan lagu-lagu nostalgia membuat para pengunjungya seakan kembali ke masa lalu. Warung SGPC Bu Wiryo ini berlokasi di kawasan Bulak Sumur Jogja, tepatnya di Jl. Agro CT VIII Klebengan, Selokan Mataram. Jam bukanya mulai dari jam 07:00 hingga pukul 20:00 WIB. Warung ini memiliki space yang cukup luas, sehingga kamu akan nyaman meksipun pengunjung silih berganti berdatangan. Satu porsi pecel di sini dipatok seharga  Rp19.000

 


7. WALANG GORENG PAK GARENG

seputarwisata.com

Tak perlu jauh-jauh ke Thailand, di Gunung Kidul, Jogja, juga ada camilan serangga, yaitu belalang. Rasanya seperti udang, crispy. Dalam proses memasaknya, sayap dan kotoran belalang sudah dibersihkan sehingga dijamin higienis. Bumbunya simpel: bawang putih, cabai besar, cabai rawit, merica, dan garam; sehingga rasa kriuk belalang tidak akan tertutupi. Merek belalang goreng yang paling terkenal adalah Walang Goreng Pak Gareng, dengan tiga pilihan rasa: gurih, pedas dan bacem.,Belalang goreng merupakan makanan ringan ekstrem khas Wonosari Yogyakarta. Makanan ini banyak diminati oleh para wisatawan karena enak, renyah, dan bergizi Salah satu merk yang paling terkenal dan paling banyak dicari adalah merk Pak Gareng. Merk Pak Gareng sangat terkenal di daerah Wonosari bahkan sampai ke kota Jogja.. Tidak banyak yang dapat mengolah masakan belalang goreng  sampai terasa lezat dan nikmat kecuali merk Pak Gareng. Belalang goreng ini diolah menggunakan bumbu-bumbu rempah, tanpa bahan pengawet, dan terjaga kehigienisannya.pak gareng menjual per toples seharga Rp.35.000

 


8. KOPI JOS

Hipwee.com

Kopi jos merupakan salah satu kuliner nyeleneh di Jogja yang sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan luar Jogja. Kuliner ini sejatinya berupa kopi biasa pada umumnya, namun memiliki cara penyajian yang unik. Minuman ini disebut kopi jos karena saat arang dimasukkan ke dalam kopi panas menimbulkan suara ‘joss’ sehingga banyak yang menyebutnya dengan istilah kopi jos. Keistimewaan kopi jos ini yaitu cita rasa dan aromanya yang ditimbulkan dari pencelupan arang panas ke dalam kopi. Kopi jos ini dapat dijumpai di angkringan-angkringan yang berada di utara stasiun Tugu Jogja. Tentunya wisatawan dapat mendatangi angkringan ini pada malam hari sampai waktu dini hari.Harga kopi Jos: Rp. 3.000 – Rp. 5.000 (tergantung penjual)Buka setiap hari. 17.00 – tengah malam (sampai dagangan habis)Alamat Jl. Wongsodirjan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta


Jika Darma People sedang mengunjungi kota-kota yang mempunyai pusat jajanan unik diatas, jangan lupa untuk mengunjungi supaya bisa merasakan keindahan di tempat-tempat yang mempunyai ciri khas

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.